Kader PP, Binsar JS Sihombing: Pesan Senior Agar Kader PP Selalu Menjaga Konsep Kebangsaan dan Marwah Organisasi

Kader PP, Binsar JS Sihombing: Pesan Senior Agar Kader PP Selalu Menjaga Konsep Kebangsaan dan Marwah Organisasi

Senin, 26 September 2022, 7:21:00 PM
Kader Ormas PP yang Menjadi Tokoh Nasional yang Selalu Menjaga Konsep Kebangsaan

Bekasi, pospublik.co.id - Sejarah panjang perjalanan Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) sejak dideklarasikan 28 Oktober 1959 telah berhasil melahirkan tokoh-tokoh nasional, maupun tokoh lokal di 37 Propinsi dan 514 Kota/Kabupaten di Indonesia.


Organisasi yang diprakarsai oleh Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) ini merupakan sayap Politik Petinggi Militer yang masih aktif kedinasannya kala itu. Tokoh pendirinya antara lain: Ahmad Yani, AH. Nasution, dan Gatot Subroto.

Demikian kader Pemuda Pancasila, Binsar Jabang Setra Sihombing 1610 saat bincang-bincang dengan pospublik.co.id disalah satu warung kopi mengenang perjalanan panjang Ormas Pemuda Pancasila yang kini usianya telah menginjak 63 tahun.

Menurut Binsar, sebagai Ormas tertua di Republik ini, para senior seperti Ketua MPC Kabupaten Bekasi, H. Apuk Idris selalu berpesan, Pemuda Pancasila dengan semboyannya "Pancasila Abadi, NKRI Harga Mati" haruslah amanah dengan konsep kebangsaan oleh the founding father Pemuda Pancasila dari IPKI yang dimanivestasikan menjadi AD/ART organisasi.

Bagi kader Pemuda Pancasila lanjut Binsar, para senior selalu menekankan agar tetap solid sesama anggota, setia kawan, saling menghormati Tua Muda, dan setia menjaga Bhinneka Tunggal Ika.
 
Untuk mewujudkan cita-cita organisasi tersebut ujar Binsar, para tokoh Pemuda Pancasila di Bekasi Raya berusaha meningkatkan ensitas silaturrahmi, dengan berbagai tema, misalnya, temu kangen yang baru-baru ini dilakoni tokoh PP ke Kantor Majelis Pimpinan Cabang Kabupaten Bekasi.
Kader Militan Ormas Pemuda Pancasila, Binsar Japung Setra Sihombing

Temu kangen yang berlangsung, Selasa (26/09/2022) disambut hangat oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang Kabupaten Bekasi, H. Apuk Idris. Kehadiran mantan Ketua MPC Kota Bekasi,  H. Jamal bersama H. Enar, Binsar Sihombing, H. Muhamad Rohata alias Ucok,  H. Achmad, dan H. Oji ke Kantor MPC Kab. Bekasi itu menurut kacamata organisasi sangat penting dan harus terus ditingkatkan.

Dalam temu kangen tersebut ujar Binsar, Ketua MPC PP Kabupaten Bekasi H. Apuk Idris bercerita banyak tentang sistem pengkaderan dari pimpinan MPC Bekasi Raya terdahulu, (alm) H. Ahyat dan Sekretarisnya (alm) H. Idris Nirun.

Menurut H. Apuk Idris, yang selalu ditekankan seniornya (alm) H. Ahyat dan (alm) H. Idris Nirum adalah kesetiakawanan, kekompakan, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, dan menjalin silaturrahmi sesama kader Pemuda Pancasila itu sangat penting.

H. Apuk yang telah 5 periode menjadi Ketua MPC sejak sebelum terjadi pemekaran hingga sekarang mencoba mengenang perjuangannya semasa Bekasi masih belum dimekarkan. Luas wilayah dari ujung Timur ke Utara dan Barat ke Selatan harus dilalui dalam rangka pembinaan. Suka duka penuh perjuangan dilalui penuh tanggungjawab mengemban amanad organisasi.


"Saya berharap Ormas Pemuda  Pancasila dapat menempatkan diri sebagai organisasi panutan seiring usianya yang telah menginjak 63 tahun. Organisasi Pemuda Pancasila satu-satunya ormas yang menggunakan lambang Pancasila, jadi saya berharap jangan di kotori dengan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar H. Apuk Idris serius dalam bincang-bincang temu kangen tokoh PP Bekasi Raya tersebut.

 Menurut H. Apuk, ormas PP harus tunduk pada AD/ART organisasi yang merupakan manifestasi pemikiran para petinggi militer terdahulu. Harus menjadi panutan, apalagi Pemuda Pancasila adalah ormas tertua yang ada di Bumi Nusantara ini. Marwah Organisasi yang didirikan para Militer Indonesia pada tahun 1959 ini harus dijaga sebaik-baiknya.                  

Menyambung pesan moral H. Apuk Idris tersebut, mantan Ketua MPC Kota Bekasi, H. Jamal turut mengimbau agar jangan aji mumpung ketika jadi pemimpin. Harus diingat, ormas Pemuda Pancasila ini lahir karena sejarah, dan terpanggil juga karena sejarah. Sejarah menorehkan, PP memiliki andil membantu  pemerintah dalam  keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu lanjut H. Jamal, jangan sampai ada oknum-oknum yang mengotori ormas PP, baik dari dalam maupun dari luar.

 
"Kalau dulu masyarakat mengidentikkan PP kelompok premanisme, suka buat ribut, hanya jaga lahan parkir, itu dulu. Sekarang kader PP sudah banyak yang menjadi tokoh nasional, dan berhasil. Seperti pak Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI dan masih banyak lainnya. Faktanya tidak seperti apa kata orang. Saat ini paradigma PP sudah berubah dengan menggunakan cara intelektual," papar H. Jamal.

"Kader PP banyak yang berpengaruh, mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota, anggota DPRD, DPR RI, dokter, lawyer, komplit. Saya harap, orang mulai terbuka, kalau PP tak seperti yang mereka bayangkan," tambahnya mengakhiri temu kangen tersebut. (M. Aritonang)        


TerPopuler