Kabid Bina Marga Berjanji akan Monitoring

Kabid Bina Marga Berjanji akan Monitoring

Minggu, 06 Desember 2020, 9:04:00 PM
Proyek Pembangunan Jlnn Pendekat SMP Yadika 13 yang Menghubungkan Desa Karang Satria, Kec. Bekasi Utara dengan Desa Mangun Jaya, Kec. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Kab. Bekasi, pospublik.co.id - Proyek pembangunan jalan pendekat SMP Yadika 13, yang menghubungkan Desa Karang Satria - Desa Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, dengan Nomor SPP: 602.1/251/PJT DSDABMBK, APBD Tahun 2020, dengan Nilai Kontrak Rp.553.463.568.00,- terancam molor dari masa pelaksanaan 36 hari Kalender.

Kontrak kerja antara pihak pertama (I): Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABM-BM Kabupaten Bekasi, dengan pihak ke-3, CV. Queen Jaya, sesuai papan proyek dilokasi, dimulai tanggal 13 November 2020 dan akan berakhir 18 Desember 2020.

Namun berdasarkan pantauan pospublik.co.id di lapangan, kegiatan itu hampir dapat dipastikan molor. Menurut informasi dilapangan, bahu jalan penghubung Desa Karang Satria dengan Jembatan diatas kali Jambe tersebut akan dipasang tiang beton sebanyak 24 batang.

Namun hingga berita ini dikirim keRedaksi, tiang pancang (Pile Fondation) dengan cara Bored pile sedalam 6 meter tersebut belum juga terpasang. Pasalnya, kegiatan yang didahului pemasangan U ditch pada saluran air belum terpasang dengan sempurna, sehingga arus air masuk dan menggenangi titik bor pile.

Selain terkendala dalam pelaksanaan teknis, cara kerja pemasangan batu pada dinding di bawah jembatan luput dari pengawasan PPTK dan Konsultan Pengawas, sehingga patut dipertanyakan.
Bored pile (Foto/Ist)
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kab. Bekasi, Heru, dia mengaku mendapat laporan dari PPTK kegiatan berjalan dengan baik sesuai rencana.

Namun ketika disampaikan progres kegiatan yang hampir dapat dipastikan akan molor dari masa kerja yang diperjanjikan dalam dokumen kontrak, Heru menyambut baik informasi, dan berjanji akan turun ke lokasi.

"Saya akan turun kelokasi untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Terimakasih atas infonya. Sebenarnya kalau proyek berskala besar saya selalu monitoring. Seperti malam minggu kemaren, hingga pukul 24.00 Wib saya masih monitor di salah satu proyek, dan saya sempat marah-marah dilapangan," ujar Kabid yang dikenal memiliki etos kerja yang tinggi, dan tegas ini lewat sambungan telepon genggam.

Kabid Bina Marga ini menjelaskan, sejak awal pelaksanaan kegiatan, khusus proyek berskala besar, monitor rutin dilakukannya. Karena menurutnya, jika dari awal pekerjaan tidak baik, maka akhinya pun akan rusak, dan costnya terlalu besar kalau kemudian harus dibongkar.

"Terimakasih atas infonya, karena tidak mungkin semua kegiatan bisa termonitor oleh saya. Tetapi kalau proyek berskla besar pasti rutin saya monitor. Maka dengan adanya informasi ini, saya pastikan saya akan turun kelokasi tersebut," ujar Heru meyakinkan.

Ditanya, apakah sudah ada usulan addendum waktu dari kontraktor atas kegiatan ini, Heru mengaku sampai detik dikonfirmasi belum ada yang masuk ke mejanya. "Sampai saat ini belum ada masuk ke meja saya," tegas Heru seraya menyebut budah-mudahan tidak perlu addendum, selesai tepat waktu. (Vin)




TerPopuler