![]() |
| Gambar ini dihasilkan oleh AI |
Kabupaten Bekasi, pospublik.co.id — Isu dugaan kelangkaan obat di RSUD Kabupaten Bekasi mencuat di tengah banyaknya pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain dalam beberapa waktu terakhir. Informasi tersebut beredar di masyarakat dan memunculkan asumsi bahwa rujukan terjadi karena keterbatasan ketersediaan obat di rumah sakit daerah tersebut.
Namun, pihak RSUD Kabupaten Bekasi membantah tegas isu tersebut.
Manajemen RSUD menyatakan bahwa informasi mengenai kekosongan obat tidak benar. Menurut keterangan resmi yang disampaikan pihak rumah sakit, stok obat dalam kondisi tersedia dan pelayanan farmasi berjalan sebagaimana mestinya.
“Tidak benar jika disebutkan terjadi kekosongan obat. Ketersediaan obat di RSUD dalam kondisi aman dan pelayanan tetap berjalan normal,” ujar perwakilan manajemen RSUD saat dikonfirmasi.
Terkait banyaknya pasien yang dirujuk, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa rujukan bukan disebabkan karena tidak adanya obat, melainkan faktor indikasi medis serta sistem rujukan berjenjang yang berlaku.
“Kalaupun ada pasien yang dirujuk, itu lebih kepada kebutuhan penanganan lanjutan sesuai indikasi medis atau fasilitas spesialis tertentu yang memang harus ditangani di rumah sakit rujukan tingkat lebih tinggi. Bukan karena ketiadaan obat,” jelasnya.
Pihak RSUD juga mengakui kemungkinan adanya miskomunikasi di lapangan yang menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
“Bisa jadi terjadi salah komunikasi dalam penyampaian informasi kepada pasien atau keluarga, sehingga muncul asumsi bahwa rujukan disebabkan karena obat tidak tersedia. Padahal bukan itu faktanya,” tambahnya.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan dapat langsung mengonfirmasi kepada manajemen RSUD apabila membutuhkan klarifikasi resmi.
Sementara itu, sejumlah warga berharap pihak rumah sakit dapat meningkatkan transparansi informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Redaksi
