Kapolri Meminta HIPMI Mendukung Kebijakan Pemerintah Terkait Pemulihan Ekonomi

Kapolri Meminta HIPMI Mendukung Kebijakan Pemerintah Terkait Pemulihan Ekonomi

Jumat, 18 Maret 2022, 7:44:00 AM
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo Saat Menjadi Pemateri Diacara HIPMI Di Bali (Fito/Ist)
 
Bali, pospublik.co.id - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mengawal serta mendukung kebijakan Pemerintah terkait upaya pemulihan perekonomian Indonesia ditengah Pandemi Covid-19.

Permintaan tersebut disampaikan Kapolri ketika menjadi salah satu pemateri diacara Forum Bisnis Sidang Pleno HIPMI di Hotel Trans Resort Bali, Jumat (18/3/2022), dengan tema "Kolaborasi Pengusaha Muda dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca-Pandemi".

“Pemulihan ekonomi menjadi tantangan kita bersama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022. Harus betul-betul kita jaga, agar terus bisa tumbuh diatas angka lima persen. Salah satu syarat kita bisa terlepas dari yang biasa disebut Middle Income Trap,” kata Sigit.

Dihadapan anggota HIPMI, Kapolri mengingatkan pernyataan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ketika acara Rakernas HIPMI tahun 2021 lalu.

Pernyataan Presiden Joko Widodo saat itu ujar Sigit, kader HIPMI pasti bisa membalik sebuah tantangan menjadi sebuah peluang. Membalikkan bencana Pandemi Covid-19 menjadi sebuah kebangkitan ekonomi.

“Pernyataan Presuden ini kembali saya ingatkan kepada rekan-rekan. Saat ini, Pemerintah sedang melakukan berbagai macam program pemulihan ekonomi nasional. Tentunya, peran HIPMI sangat penting dan sangat menentukan agenda tersebut. Mulai dari sosialisasi, dan  pengembangan UMKM, dan e-commerce. Kemudian penyaluran KUR dan kegiatan FGD berikut talkshow untuk melahirkan pengusaha baru,” ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyebut, dengan perkembangan lingkungan secara global tentunya berdampak terhadap Negara Indonesia. Sehingga, diperlukan kerjasama dan sinergitas seluruh stakeholder dalam mengawal program pemerintah terkait upaya menumbuhkan ekonomi nasional.

"Tantangan kita saat ini, kita berusaha untuk bisa lepas dari Middle Income Trap, namun disisi lain, kondisi Pandemi Covid-19 sangat berdampak sistemik. Yang harus kita lakukan adalah konsolidasi sekuat tenaga untuk bisa menjaga stablitas,” ucap Sigit.

Menurut Kapolri, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, harus diiringi dengan pengendalian Pandemi Covid-19 yang optimal. Sigit menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia dikuartal keempat sebesar 5,02. Ia pun berharap, di kuartal pertama 2022 bisa diangka 5,3 hingga 5,5.

Dari segi pengendalian Covid-19 kata Sigit, berdasarkan data Indeks Nikkei akhir tahun lalu, Indonesia menjadi negara yang berada di urutan pertama dalam hal penanganannya. Sementara, dari CDC Amerika Serikat, Indonesia berada di kategori level I. Bahkan, Indonesia saat ini menjadi peringkat lima di dunia terbanyak terkait penyuntikan dosis vaksin, dengan jumlah 360,8 juta.

Lebih lanjut Kapolri mengungkapkan, ditengah pandemi saat ini, Pemerintah Indonesia juga melakukan transformasi ekonomi dengan konsep Green dan Blue Economy untuk menciptakan sumber kekuatan perekonomian yang baru.

"Saya kira ini memang komitmen yang harus dilakukan untuk menjaga bumi, alam dan masa depan generasi mendatang. Tolong hindari hal-hal yang bisa berdampak perusakan lingkungan. Hindari kawasan hutan lindung untuk masa depan kita,” pesan mantan Kapolda Banten itu. 

Tidak hanya itu ujar Sigit, dalam semangat transformasi Presisi, Polri berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal iklim usaha dan investasi yang kondusif. Hal itu tertuang dalam transformasi operasional dalam program kedelapan, yakni, pemulihan ekonomi nasional.

“Terkait dengan kebijakan iklim investasi, Polri telah membuat program "Polri Presisi". Saya masukan didalam program dan kegiatan aksi kita. Tidak usah khawatir, kita pasti mendukung dan mengawal rekan-rekan yg memang memiliki jiwa entrepreneur dan kreatifitas. Kami sudah sampaikan anggota terhadap kegiatan usaha agar dikawal. Kalau kurang izin lakukan pendampingan,” tegas Sigit.

Sigit memaparkan, komitmen iklim investasi dan usaha yang kondusif, Polri telah membentuk Satgas Mafia Tanah, Satgas Penanganan Konflik Sosial, Satgas Waspada Investasi, Satgas PEN, dan lainnya.

Sigit juga menyinggung soal bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia. Sebab itu, Sigit mengajak HIPMI untuk mewujudkan SDM yang unggul. Dengan begitu, ditahun 2045 terwujud Indonesia tangguh, Indonesia Tumbuh dan Indonesia emas.

“Ini harus kita lakukan untuk mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dan Indonesia emas di tahun 2045. Saya mengingatkan moto HIPMI, jadilah pengusaha pejuang, pejuang pengusaha. Jadilah pengusaha nasional yang tak hanya tangguh di dalam negeri, tapi tangguh dikawasan global, dengan tetap memiliki wawasan kebangsaan,” tutup Sigit. (IM/Red) 

TerPopuler