Bansos Diduga Jadi Bancakan Oknum Pejabat Kota Bekasi

Bansos Diduga Jadi Bancakan Oknum Pejabat Kota Bekasi

Selasa, 29 Maret 2022, 12:07:00 AM
Bansos yang Diberikan Kepada Warga

Bekasi, pospublik.co.id - Sekitar 16.541,- data keluarga terdampak covid-19 di Kota Bekasi penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) periode Juli hingga Desember 2021. BPNT berupa bahan pangan berupa, Beras, Pisang, Telor Ayam, Daging Sapi, dan Kacang Tanah tersebut seharusnya tutup buku per 31 Desember 2021.  Namun, nilai BPNT yang seharusnya Rp.1.200.000,- per Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kumulasi bantuan selama 6 bulan sejak Juli hingga Desember 2021 tersebut menurut warga KPM diduga disunat hingga 30%.


Distribusi Bantuan Sosial berupa bahan pangan yang berlangsung sejak hari Minggu (6/3/2022) itu menurut salah satu Agen bisa makan waktu 4 hari,  dengan jumlah Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) 1200 KPM. 


Untuk Kota Bekasi, menurut pemilik e-warung/Agen yang ditemui ketika sedang membagikan Bansos tersebut, Suplayer pengadaan bahan pangan itu adalah PT. Hijrah Bersama yang berkantor di Jln. Karang Satria, Kabupaten Bekasi.

 

"Pengadaan barang adalah Suplayer. Kami hanya membagikan ke Masyarakat. Mengenai pembayaran dari mana saya tidak tau, yang tau mungkin Suplayer," ujar Agen, Senin (7/3/2022).


Ditanya alamat lengkap PT. Hijrah Bersama selaku Suplayer, Agen yang enggan disebut namanya ini  menyebut di Jln. Karang Satria. Tetapi karena program ini kata dia adalah yang terakhir, maka Suplayernya pun sudah pindah. Namun pindah kemana dia tidak tau.


Agen tersebut berusaha menghubungi Suplayer lewat telepon genggamnya, namun dari ujung telepon kata dia, suplayer mengaku sedang di Mabes Polri.


Agen ini membenarkan, Bansos tersebut berupa 5 jenis Bahan Pangan, terdiri dari:

  1. Beras 60 kg (6 karung @-10 kg) dengan harga Rp.115.000,- per karung = (Rp.690.000) 
  2. Telor Ayam 6 kg dengan harga Rp.25.000,- per kg = (Rp.150.000) 
  3. Daging sapi 1,5 kg yang dibagi 6 kantong plastik @-0,8 kg dengan harga Rp,30.000,- per kantong = (Rp.180.000) 
  4. Pisang 6 kantong plastik @-4 buah dengan harga Rp.10.000,- per kantong = (Rp.60.000) 
  5. Kacang Tanah 6 kantong plastik kecil dengan harga Rp.12.000,- per kantong = (Rp.72.000)
Bansos tersebut kata dia merupakan kumulasi selama 6 bulan berturut-turut sejak Juli hingga Desember 2021 yang didistribusikan Maret 2022, dengan nilai Rp.200.000,- per bulan (Rp.1.200.000,- per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Sementara menurut Keluargs Penerima Mamfaat (KPM), dengan kwalitas bahan pokok yang mereka terima, nilainya diperkirakan hanya kisaran  Rp.741.000,- yakni:

  1. Daging Gelondongan 1,5 kg (6 bungkus) x Rp. 80.000 per kg = Rp.120.000,-
  2. Pisang Jenis Ambon Kapendis 6 bungkus @bungkus Rp. 3.500,- =Rp.21.000, -
  3. Beras 6 karung @ 10 kg x 9.000 per kg = Rp.90.000 per karung x 6 karung = Rp. 540.000,-
  4. Telor Harga Pasar Rp.23.000,- per kg x 6 kg = Rp.138.000, -
  5. Kacang Tanah Rp.10.000,- per 1/4 kg x 6 bungkus =Rp.60.000, -
  6. Total Harga Paket yang Ditema Warga Hanya Rp.779.138,-

Dengan Harga ini, maka terjadi selisih Rp.1.200.000,- dikurang Rp.779.000,-= Rp.421.000 per paket (KPM).


Jika estimasi warga ini benar, maka penyaluran Bansos tersebut diduga keras memberi keuntungan kepada Agen, (16.541 paket x Rp.421.0000,- = sekitar Rp.7 miliar. 


Ketika hal ini hendak dikonfirmasi kepada PPID pembantu (Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi), tidak berhasil. Berulangkali hendak dikonfirmasi, melalui stafnya berdalih sedang tidak dikantor. Stafnya berjanji akan menghubungi media ini setelah disampaikan ke pimpinannya sambil meminta nomor HP, namun tidak juga dihubungi. (MA) 





  

TerPopuler