Dua Menteri Tinjau Lokasi Banjir Kolong Tol JORR Kalimalang

Dua Menteri Tinjau Lokasi Banjir Kolong Tol JORR Kalimalang

Rabu, 27 Januari 2021, 1:34:00 AM

Kali Cakung yang Diduga Keras Telah Menyempit Akibat Ulah Pengembang Perumahan Sedang Ditinjau Menteri PUPera dan Menteri AYR/BPN yang Diduga kuat Penyebab banjir yang Kerap terjadi di Kolong Tol JORR 
Kota Bekasi, pospublik.co.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Dr Sofyan Djalil dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono tinjau lokasi banjir kolong Tol JORR, Rabu (27/01/2021). Selain ingin mengetahui penyebab banjir, kedua Menteri ini  blusukan juga berkaitan  dengan program penyelesaian banjir di Jabodetabek.


Menteri PU Pera dan Menteri ATR/BPN tersebut langsung turun melihat Kali Cakung yang bersebelahan dengan area Komersil Kota Bintang Kota Bekasi. 

Seperti diketahui, baru-baru ini kolong tol JORR Kalimalang kembali banjir hingga mengakibatkan akses jalan tersendat. Banjir kerap terjadi ternyata disebabkan terjadi penyempitan badan sungai kali Cakung.

Saat blusukan ke lokasi banjir kolong Tol JORR,  kedua Menteri didampingi Walikota Bekasi, DR. H. Rahmat Effendi, Wakil Walikota, DR. Tri Adhianto, dan Unsur Muspida Kota Bekasi, Kepala BPN Kota Bekasi, Deputi ATR/BPN.

Dalam kesempatan itu, Menteri ATR/BPN, Dr Sofyan Djalil mengatakan, hasil investigasi kelokasi didapat benang merahnya banjir disebabkan penyempitan sungai. Penyempitan terjadi karena pengembang membangun tidak mematuhi jarak sebagaimana ketentuan garis sepadan sungai. Maka yang akan dilakukan Kementerian PUPR, Developer dan Pemkot Bekasi adalah upaya mengembalikan fungsi sungai. 

Sifyan Djalil menambahkan, pelanggaran garis sepadan sungai ini bukan ranah pidana. Namun diberlakukan restorasi juctice sehingga pihak pengembang bersedia mengembalikan fungsi sungai kali Cakung.

"Intinya adalah supaya pengembang mengembalikan fungsi sungai. Fungsinya sungai harus dikembalikan sebagai badan air, sehingga tidak gara-gara properti ini banjir lagi sebelahnya. Kalau dulu airnya bisa seribu liter per detik, maka dikembalikan kafasitasnya, Restorasi justice," ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil. 

Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono mengatakan, pihaknya akan berupaya dalam setahun ini, pengembalian fungsi sungai dapat dilaksanakan bekerjasama dengan stakeholder terkait. Terlebih dahulu melakukan desain sesuai keberadaan lokasi komersil Kota Bintang. 

"Saya kira masih ada lahan. dengan investor kita cari solusinya dan desain bareng untuk mengembalikan fungsi sungai," kata Basoeki. 

Sebelumnya, Menteri PUPR dan Deputi ATR/BPN sudag meninjau kolong JORR Kalimalang pasca bajir terjadi beberapa waktu lalu. Diketahui, Kali Cakung mengalami penyempitan, dari lebar awal 12 meter eksisting kini diperkirakan hanya 6 meter. 

"Kemarin kan, banjir di Kolong Tol JORR dan ini sudah kerap terjasi saat musim hujan. Waktu banjir saya turunkan Tim untuk evaluasi bersama dengan deputi ATR, Situmorang. Hasilnya, diketahui bahwa awalnya/dasarnya lebar sungai 12 meter. Itu bisa dihitung debitbairnya berapa liter maksimum per detik. Begitu masuk kesini, itu menjadi 6 meter, sehingga terjadi luapan air penyebab banjir. Sekarang, ATR memiliki mekanisme restoratif justice," kata Basoeki. 

Hasil investasi Ujar Basoeki, sudah tau jawabannya mengapa terus menerus banjir, tinggal mencari jalan keluarnya untuk mempertahankan fungsi sungai sebagai drainase. 

"Pak bupati (walikota) yakin punya program embung-embung disini, nanti saya tanyakan. Tapi intinya kita sudah tau penyebab banjir tersebut. Saya kira masih ada lahan, bersama investor kita cari solusinya dan desain bareng untuk bisa mengembalikan fungsi sungai," ungkapnya.

Walikota Bekasi DR. H. Rahmat Effendi dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya  terkait program pengembalian fungsi Kali Cakung yang diinisiasi Pemerintah Pusat melalui Menteri ATR/BPN dan Menteri PUPR. 

Pemkot Bekasi juga terus melakukan upaya agar banjir diwilayah aliran kali Cakung bisa teratasi. Mengatasi banjir mulai dari hulu sungai di Jatisampurna, Polder Dosen IKIP, menuju perumahan Duta Kranji hingga mengarah ke Kanal Banjir Timur. 

"Kali Cakung hulungan di Jatisampurna, kita buat Polder, di IKIP Jatikramat, dan di Perumahan Duta kita siapkan 2.2 hektar untuk embung mengarah ke KBT. Kita koordinasikan terus agar penyelesaian banjir secara estapet terus dilakukan mengingat elevasi Kota Bekasi, 29 meter diatas permukaan laut," ungkapnya. (Goeng)

TerPopuler