Mempercepat Laporan Keuangan, Percepat Pembahasan Anggaran

Mempercepat Laporan Keuangan, Percepat Pembahasan Anggaran

Senin, 08 Maret 2021, 12:22:00 AM
Walikota Bekasi, DR. Rahmat Effendi Berikan Cindera Mata Kepada Bupati Musi Bayuasin, Dodi Riza Alex Saat Kunjungan Kerja, Jumat (5/3/2021)

Walikota Bekasi, DR. Rahmat Effendi memilih Kunjungan Kerja ke Kabupaten Musi Bayuasin, Propinsi Sumatera Selatan, tentang Laporan Keuangan Akhir Tahun, karena menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kabupaten Musi Bayuasin salah satu Kota/Kabupaten tercepat dan baik menyusun laporan keuangan.


Walikota Bekasi bersama rombongan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD), Nadih Arifin, Kepala Inspketorat, Widodo Indrijantoro, Staf Ahli Keuangan dan SDM, Ir. Bambang Santosa dan beberapa Kepala Dinas, bertolak ke Musi Bayuasin, Jumat (05/03/2021).


DR. Rahmat Effendi bersama rombongan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Drs.H. Apriyadi M.Si mewakili Bupati, Dodi Riza Alex yang berhalangan  karena kunjungan kerja di Jakarta sekaligus mendampingi orang tuanya yang sedang sakit dirawat di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan maksud dan tujuan memilih Kab. Musi Bayuasin  untuk saring tentang tata kelola dan pelaporan keuangan, khususnya laporan akhir tahun. Karena, berdasarkan informasi dari BPK, Musi Bayuasin merupakan Kabupaten tercepat dan baik dalan menyusun Laporan keuangan. Hasil kunjungan kerja ini diharapkan dapat diadopsi dan titerapkan Pemerintah Kota Bekasi.

"Kami memilih Kunjungan Kerja (Kunker) kesini sesuai rekomendasi BPK yang menyebut Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin merupakan tercepat dan baik menyusun laporan keuangan akhir tahun. Ilmu yang didapat akan diterapkan Pemerintah Kota Bekasi, sesuai kebutuhan," ujar Rahmat Effendi.

Mendapat penjelasan tujuan kunker tersebut, Sekda Kabupaten Musi Banyuasin mengawali ucapan terima kasih atas penilaian yang diberikan BPK, dan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Bekasi.

Mudah-mudahan lanjut Sekda Musi Bayuasin,  sharing atau pembahasan pengelolaan keuangan ini bisa diterapkan untuk Kota Bekasi dalam menyusun laporan keuangannya. 

Sakilas Sekda Kab. Musi Bayuasin, Drs.H. Apriyadi M.Si  menceritakan pengalaman daerahnya dalam menyusun laporan keuangan yang pernah betul-betul terpuruk. Kenyataan itu menurut Apriyadi terjadi pada tahun 2015. Pada tahun itu kata dia, Kabupaten Musi Banyuasin betul-betul kacau dalam menyusun laporan keuangan.

Namun, setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), kepercayaan yang diberikan masyaratat kepada Bupati terpilih (yang sekarang), Dodi Riza Alex dan Wakilnya, dapat dikatakan terjadi perobahan yang sangat drastis, khusus tata kelola keangan dan pelaporan. Bupati betul-betul menunjukkan komitmennya yang diikuti eselon II hingga kebawah, sehingga mulai dari proses perencanaan keuangan hingga laporan akhir tahunn dapat tepat waktu.

Menurut Sekda Drs.H. Apriyadi M.Si, disiplin ilmu pendidikan Bupati, Dodi Riza Alex dari management keuangan betul betul diterapkan dalam tata kelola anggaran dan pelaporan. Sebelumnya, disiplin ilmu beliau sudah diterapkan ketika sempat menjadi manager keuangan di Bakrie Group, yang kemudian menghantarkannya menjadi anggota DPR RI. Masuk ke dalam Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin, beliau pun konsen dibidang Keuangan, Pendidikan, dan managemen.


Teori dan Kiat-kiat menyusun laporan pun disampaikan kepada rombongan dari  Pemerintah Kota Bekasi, misalnya: mempercepatan pembahasan anggaran, yang biasa dilakukan disebahagian daerah di Bulan November, di Pemkab Musi Banyuasin telah dimulai Bulan September.

Pada bulan Juni tiap tahunnya, Kab. Musi Bayuasin sudah dimasukkan KUA PPAS di legislatif untuk anggaran tahun kedepannya, sehingga APBD Daerah masuk pada September, dan setiap 2 November sudah ketok palu.

Pada sisa waktu itu bisa menyusun laporan keuangan untuk Badan Pengelolanya, dan untuk tiap OPD telah menyiapkan admisnistrasi anggaran berikutnya.

Menurut Sekda Musi Bayuasin, Bupatinya memang agak keras, namun tujuannya menekan agar semua jajaran di SKPD bekerja keras dan membangun sinergitas.

"Sejak awal Bupati memang keras, tetapi manfaatnya terasa. Setiap tanggal 20 Desember sudah nyaman, kecuali ada kegiatan dari sisi waktu. Perlu diingat, bahwa kuncinya ada di Komitmen dari pimpinan hingga dibawahnya bergerak terus hingga tuntas" papar Sekda.

Kemudian ujar Sekda Kab. Musi Bayuasin, hubungan Eksekutif dengan Legislatif harus tetap harmonis. Kunci mempercepat tata kelola keuangan, ujar dia, menjalin hubungan yang harmonis dengan Legislatif, biasakan sharing dengan BPKAD di Pemkab. Tidak ada lagi pihak ketiga datang ke kantor BPKAD, karena masing maisng sudah terkoneksi pada bank, karena semuanya sudah memakai sistem aplikasi.

Dalam kunjungan kerja ini ujar humas pemkot Bekasi dalam siaran persnya di media centre,  tidak hanya membahas tata kelola keuangan. Mengenai jaminan kesehatan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin juga masuk dalam pembahasan. 


Pengelolaan kesejahteraan bidang kesehatan di Kota Bekasi, dengan sistem Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) yang pada awalnya terbentur dengan adanya peraturan presiden tentang jaminan kesehatan pada BPJS Kesehatan.

Kabupaten Musi Banyuasin juga menurut Sekdanya memiliki program di bidang kesehatan untuk menaungi para warga yang sakit, yang disebut "Universal Health Coverage (UHC)". (Ndoet/Ez)

TerPopuler